“hallo sayang, nanti lagi ya, pacarku datang”. Berakhir sudah
pembicaraan kita, kau mencoba untuk meluangkan waktumu padaku. Aku hanya
sebagian laki - laki yang hanya menjadi pengisis waktu senggangmu, waktu
senggangmu ketika kau sudah puas bersama kekasihmu. Tak tau sampai kapan
kau akan menyembunyikanku dari dunia ini, kau mengurungku didalam
hatimu yang tak kunjung berani kau tunjukkan kepada dunia.
Kau sibuk membagi waktuku dan waktu dengan kekasihmu, disini aku hanya
bisa menunggu dengan ragu, disini aku hanya terdiam dan membisu, kau
datang secara tiba - tiba dan kau pergi pula dengan tiba-tiba, seperti
hantu, tak
kenal waktu !, terkadang tengah malam kau menyempatkan untuk
mengirimi aku pesan singkat yang mesra, aku bagai, ternyata kau masih
ingat denganku.Aku sempat berfikir, akankah pasanganmu marah jika ia mengetahui akan keberadaanku, aku disini hanya sebagai penggangu hubunganmu, aku takut dan aku sadar diri dengan posisiku, tapi kau tetap memberikanku ruang dihatimu dan kau menahanku agar aku tak pergi dari kehidupanmu. Aku tak ingin membagi kisahku dengan laki - laki lain, aku hanya ini dimiliki seutuhnya dan memiliki seutuhnya.
Kau menebar rindu ketika aku pilu, kau memberi aku semua kebahagiaan
melebihi pemberianmu kepada kekasihmu, kau menelfonku ditengah2
kesibukanmu disana, tanpa kau memberi kabar kepada kekasihmu, kenapa
sebodoh itu kekasihmu ? takkah ia memiliki rasa curiga kepadamu ?. aku
menunggu karma itu datang dan aku menunggu datangnya kekasihmu
menamparku, menunggu kekasihmu memberikan kata putus untukmu dan
menunggu kekasihmu memusuhiku seumur hidupnya, karena aku sudah tau,
bahwa orang ketiga hanyalah penghancur segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar